Jadwal Fenomena Langit Bulan November 2021

Hai stargazing, kita sudah sampai di Bulan November 2021 nih. Fenomena langit tentu menjadi incaran bagi stargazing dan pengamat astronomi.

Apa saja ya peristiwa langit di Bulan November 2021 ini.

Planet

Venus

Planet Venus menjadi benda langit yang merajai di langit ketika senja saat Bulan November. Venus akan berada di rasi Sagittarius dan akan terus menanjak naik ke ufuk barat setelah Matahari terbenam. Venus sangat menarik untuk diamati karena di awal November akan berpapasan dengan Bulan.

Merkurius

Merkurius akan tampak sebelum Matahari terbit hingga pertengahan November. tetapi akan sulit diamati karena berada di lagit timur yang mulai terang.

Jupiter & Saturnus

Kedua planet ini akan tampak setelah Matahari terbenam, tepatnya di meridian pengamat dan terus bergerak ke arah barat sampaikeduanya terbenam secara beriringan. Selama bulan November ini, kedua planet dapat diamati di rasi bintang Capricornus.

Uranus

Uranus akan beroposisi di awal November, sehingga bisa diamati sepanjang malam sampai menjelang fajar di rasi Aries. Jarak Uranus dan Bumi ketika oposisi yaitu 18,74 AU.

Bulan

Bulan baru

Pada tanggal 5 November, bulan baru telah terbit. Bulan akan terbit beriringan dengan Matahari.

Bulan perigee

Pada 6 November, Bulan akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yaitu 358.844 km.

Bulan perbani awal

Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. terjadi di tanggal 11 November.

Bulan Purnama

Pada tanggal 19 November, Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar.

Bulan apogee

Bulan akan mencapai jarak 406.279 km dari Bumi pada tanggal 21 November

Bulan perbani akhir

Bulan terbit saat tengah malam dan terbenam siang hari di tanggal 29 November.

Gerhana Bulan Sebagian

Di tanggal 19 November, akan ada peristiwa Gerhana Bulan Sebagian yang bisa diamati dari wilayah Amerika, Eropa Utara, Australia, dan Pasifik. Sedangkan di Indonesia bagian barat, pengamat hanya bisa mengamati GBS saat proses penumbra karena saat mMatahari terbenam, Bulan sudah keluar dari bayangan umbra Bumi.

Fase gerhana umbra terjadi pukul 14:18 WIB dan keluar dari bayangan umbra saat 17:47 WIB.

Hujan Meteor

Hujan meteor Taurid Selatan – 5 November

Berasal dari debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa debu Komet 2P Encke. Menurut Observer Handbook, puncak hujan meteor ini akan terjadi tanggal 5 November. 5 Meteor akan melintas per jamnya dengan kecepatan 28 km/detik. Bisa diamati saat rasi Taurus terbit di arah timur sampai fajar.

Hujan Meteor Taurid Utara – 12 November

Saat puncaknya, yaitu 12 November, 5 meteor per jam akan menghiasi langit dengan laju 29 km/jam. Hujan Meteor ii juga dapat diamati di rasi Taurus.

Hujan Meteor Leonid – 17 November

Akan ada 15 meteor per jam dengan laju 71km/detik. Hujan Meteor ini berasal dari sisa debu Komet tempel-Tuttle di rasi Leo.

Hujan Meteor alpha-Monocerotid – 21 November

Hujan meteor ini akan tampak di rasi Canis Minor. Berasal dari Komet C/1817 F1 (Mellish).

Kredit: InfoAstronomi
Langit Selatan

UIN Walisongo Semarang | Journal Walisongo | Library Walisongo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UIN Walisongo Semarang